Uncategorized

Ibukota Maroko Pernah Menjadi Kota Bajak Laut

 

Rabat adalah sebuah kota yang dibuat pada abad ke 12 sebagai sebuah kota militer. Kota ini dibangun oleh Abd al-Mu’min yang pada saat itu adalah pemimpin kekhalifahan Almohad. Kota ini kemudian ditinggalkan setelah kemunculan berbagai pemberontakan yang menghancurkan kekhalifahan Almohad di Marocco. Sebagian besar pendukung kekhalifahan memilih untuk berlayar dan menjadi bajak laut menyerang semua kapal yang melintasi laut Mediterania sampai Atlantis di Afrika Barat dan Islandia. Sayangnya kegiatan bajak laut ini kemudian identik dengan kegiatan pemberontakan tersebut dan akibatnya semua bajak laut yang beroperasi di daerah mediterania dan laut atlantis menjadi bajak laut barbar.

 

Rabat yang menjadi salah satu tempat aman bagi para bajak laut ini kemudian diubah menjadi ibukota Maroko oleh kolonial Perancis yang saat itu menguasai Maroko. Setelah kemerdekaan Maroko pada tahun 1955 kota Rabat tetap menjadi ibukota Maroko. Saat ini kota Rabat sudah berkembang pesat menjadi kota dengan berbagai macam industri konstruksi, makanan dan tekstil. Pada tahun 2013 kota ini pernah dinobatkan sebagai kota destinasi travelling terbaik. Rabat berada di peringkat ke dua pada daftar ini. Di Kota ini ada banyak sekali peninggalan yang menunjukkan sejarah panjang kota ini sebagai kota militer dan sebagai salah satu daerah kekuasaan muslim sehingga didalamnya ada benteng dan berbagai masjid yang sangat populer.